Rabu, 02 April 2014

Internalisasi Nilai-nilai kepemimpinan Bugis-Makassar dalam "Gegap Gempita Pesta Demokrasi Pemilu"

Gegap gempita pesta pemilu tahun ini sudah terasa dalam beberapa waktu belakangan ini. Dalam beberapa media telah memuat mekanisme pencalonan baik pileg maupun pilpres yang akan dilaksanakan serentak diseluruh negeri. Begitu banyak pengorbanan yang mesti dikeluarkan terutama oleh peserta pemilu, mulai dari biaya yang sangat besar dikeluarkan dari APBN ataupun APBD dalam melakukan pembenahan.
Terlebih bagi mereka yang memiliki kepentingan dalam hal ini partai politik. Dimana dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemeilihan anggota legislatif secara serentak. Hasil pemilihan anggota legislatif menjadi salah satu penentu dalam memenangkan pilpres tahun ini. 
Dari seluruh rangkaian pesta demokrasi diharapkan pemimpin yang akan memimpin bangsa ini kearah yang lebih baik. namun terkadang dalam beberapa kali pelaksanaan pesta demokrasi tidak didapatkan keluaran sesuai dengan harapan. Salah satu penyebab keluaran yang tidak sesuai dengan harapan yakni tidak adanya penanaman nilai-nilai kepemimpinan serta kurangnya perhatian dari calon-calon pememimpin  terhadap kearifan lokal.
Padahal begitu banyak nilai-nilai kepemimpinan yang patut untuk diaplikasikan dalam menentukan nasib indonesia kedepannya. Dalam bugis-makassar terdapat nilai-nilai kepemimpinan di antaranya yakni: 1. Maccai (Cendekia) 2. Malempu (Jujur) 3. Waraniwi (Berani) 4. Magetteng (Teguh dalam Pendirian). 
Hal tersebut diatas hanyalah sekelumit nilai-nilai kepempimpinan yang ada dalam budaya bugis-makassar. Diharapkan nilai-nilai kearifan lokal mampu menjadi rujukan dalam menentukan sikap memilih pemimpin yang mampu membawa indonesia kearah yang lebih baik. Bangsa indonesia terbebas dari sekelumit masalah dan diharapkan ada solusi yang mampu mengentaskan sebagian besar persoalan yang dihadapi negeri ini. Termasuk Kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. insya allah.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar